JAKARTA, KOMPAS.com - Kompetisi National Basketball League (NBL) Indonesia preseason secara resmi dimulai Rabu (7/7/2010) bertempat di GOR Bimasakti, Malang. Preseason ini akan berlangsung selama sembilan hari sampai tanggal 15 Juli 2010 dengan diikuti 10 tim NBL yaitu, Aspac Jakarta, BimaSakti Malang, Citra Satria Jakarta, CLS Knights Surabaya, Garuda Bandung, Muba Hang Tuah IM Sumatera Selatan, Pelita Jaya Jakarta, Satria Muda Jakarta, Satya Wacana Angsapura Salatiga,Stadium Jakarta.
Kesepuluh tim tersebut dibagimenjadi dua grup dan akan melalui babak penyisihan untuk mencari juara dan runner-up grup. Untuk hari pertama, delapan tim akan bertarung dalam empat pertandingan.
Mereka adalah Bimasakti Malang melawan Aspac Jakarta, CLS Knight Surabaya melawan pelita Jaya Jakarta, Stadium Jakarta melawan Garuda Bandung, Satria Muda Britama melawan IM Muba Hang Tuah.
Preseason ini merupakan ajang pemanasan bagi para atlet, pelatih dan semua pihak sebelum rangkaian seri I-V NBL Indonesia resmi digelar mulaiOktober 2010 - Maret 2011 mendatang.
Dalam preseason ini juga akan diterapkan regulasi baru. Yaitu, peraturan pertandingan FIBAyang sejatinya baru diwajibkan setelah kejuaraan dunia basket di Turki pada Agustus mendatang. Aturan terbaru tersebut antara lain bentuk garis-garis lapangan mengalami perubahan. Yang paling mencolok, jarak tembak tiga angka yang menjadi semakin jauh.
"Kami harus berdiskusi dengan semua klub dan PB Perbasi untuk memutuskan menggunakan peraturan terbaru FIBA itu. Untuk musim reguler, yang dimulai Oktober 2010 nanti, tentu tidak masalah. Namun, preseason tournament sudah digelar bulan Juli. Setelah bicara dengan klub-klub dan PB Perbasi, akhirnya disepakati untuk langsung menjajal regulasi baru sejak preseason," kata Azrul Ananda, Commisioner NBL Indonesia.
Hal senada juga diungkapkan Noviantika Nasution, ketua umum PB Perbasi yang membenarkan kesepakatan menggunakan regulasi terbaru FIBA tersebut. "Sebenarnya aturan itu baru wajib dipakai setelah kejuaraan dunia. Di Asia, juga baru diwajibkan mulai 1 Januari 2011. Tapi setiap negara berhak memutuskan sendiri-sendiri untuk kepentingan sosialisasi. Jadi, kita memutuskan uji coba pada Preseason Tournament NBL Indonesia," kata Noviantika.

Jadi Ajang Pemanasan Sea Games
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Tim manajer basket putra Indonesia proyeksi SEA Games 2011 akan mempertahankan komposisi pemain yang berhasil meraih perak di SEA Games 2007 Thailand. Komposisi tim ini akan ditambah dengan sejumlah pemain baru yang bermain mengesankan di kompetisi National Basketball League (NBL) Indonesia.
NBL Indonesia adalah kompetisi basket tertinggi di tanah air pengganti Indonesian Basketball League (IBL). Kompetisi akan dimulai dengan turnamen pramusim Juli mendatang di Malang dan diakhiri dengan Championship Series di Surabaya awal Maret 2011.
"Kalau selama kompetisi nanti mereka bermain bagus, tentunya mereka akan dipanggil masuk pelatnas. Biar lebih fair," ucap Andiko Ardi Purnomo, asisten manajer timnas basket putra seusai launching NBL Indonesia, Selasa (25/5) malam. Dalam tim manajer yang dibentuk PB Perbasi, Andre Mamuaya menempati posisi penanggung jawab.
Andre menjabat sebagai manajer timnas basket putra SEA Games 2007. Syailendra Bakrie, komisaris klub Pelita Jaya Esia, diminta sebagai manajer. Sedengkan Andiko yang juga menjadi Ketua Umum Pelita Jaya Esia diposisikan sebagai asisten manajer.
Sejauh ini, kata Andiko, tim manajer baru sebatas melakukan beberapa rapat koordinasi dengan PB Perbasi. Rencananya pelatnas akan dimulai setelah NBL musim 2010/2011 selesai. "Kami berpikir pelatnas berjalan tidak efektif dan memakan biaya. Lebih baik kompetisi dijadikan sebagai ajang untuk seleksi sealigus mengasah kemampuan mereka," ucapnya.
Tim manajer belum menentukan pelatih untuk tim ini. Rencananya, pemilihan pelatih juga berdasarkan rapor tim yang mereka poles di kompetisi NBL Indonesia nanti. Fictor Gideon Roring (Satria Muda Britama), Tjetjep Firmansyah (Aspac Jakarta), Rastafari Horongbala (Pelita Jaya Esia) dan Johannis Winar (Garuda Flexi Bandung) menjadi kandidat awal.
No comments:
Post a Comment