Monday, July 5, 2010

Lapangan Berlubang?! SO WHAT!!


Sepanjang jalan di Semarang-Ungaran-Gunungpati semuanya gak ada lagi yang mulus. Hampir semuanya berrelief dan berpahat indah *baca=lobang plus nggronjal*. Hujan dan kuwalitas jalanlah yang dijadikan Kambing potong *eh kambing hitam-nya*. Alhasil velg dan ruji ban sepeda motorku pada penyok, shock pun juga ikut bocor.

Kondisi jalan sekarang ini tidak jauh beda dengan kondisi di lapangan basket yang kita pakai bermain tiap minggunya, yaitu sama-sama rusak, tapi mau tidak mau ya tetap dipakai karena tidak banyak pilihan yang kita punya "Rusak atau tidak Basket sama sekali".

Tapi ada perbedaan antara rusaknya jalan dan rusaknya Lapangan basket

saat orang dijalan melalui jalan yang berlubang, dan tak sengaja nyemplung atau terpental dari jok motor, dengan ikhlas mereka mengeluarkan sumpah serapah, semua peliharaan tarzan di hutan sepertinya pada kabur dijalan dan berhamburan  kemana-mana. "A*U ik nyemplung!!, B*J*NG*N dalane!!!, K*MPR*T dalanae kok rak didandani!!, M*NY*T sopo to iki sing gawe dalan!!, DIAMPUTT... NDASKU BOCOR NDA!!" . kata-kata seperti itu menjadi hal yang lumrah saat melewati jalan berlubang.

Tapi berbeda dengan saat kita bermain dilapangan yang berlubang, seperti terpelset pasir sampe berdarah, sepertinya tidak ada yang disalahkan selain diri kita sendiri *kenapa tadi gak hati-hati*. Semua tertawa bahagia ketika bola masuk ke keranjang dan masih tersenyum saat keringat mengucur deras dilapangan. Lapangan berlubang tidak jadi masalah, Semua kekurangan  bisa tertutupi oleh gelak tawa dan canda teman-teman dilapangan.

Lapangan Di FMIPA UNNES, yup sekarang kita selalu bermain disana karena tergusur dari FIK saat direnovasi, dan tersingkir oleh para mahasiswa UNNES yang lebih berkompeten. Sekarang kita bersama teman-teman tetap setia merawat sendiri lapangan beraspal ini,  mengelas ring yang bengkok, mengencangkan sekrup yang kendor.

artikel ini pernah dimuat di : http://aaslamdunk.blogspot.com

No comments:

Post a Comment