Jakarta - Kompetisi bola basket National Basketball League (NBL) Indonesia berusaha untukmenciptakan kesan profesional sejak dini. Salah satunya, dibuatlah kode berpakaian.
"Sebagai kompetisi yang akan menjadi panutan bagi kompetisi-kompetisi lain di Indonesia, sudah waktunya menerapkan aturan berpakaian yang lebih profesional," kata Komisioner NBL Azrul Ananda dalam rilis yang diterima detiksport.
Lebih lengkapnya, setiap pelatih dan ofisial yang mendampingi tim bertanding wajib mengenakan kemeja lengan panjang, dasi, jas, celana kain, serta sepatu pantofel. Aturan yang sama berlaku untuk pemain yang tidak bertanding, tapi duduk di kawasan bench. Khusus hari Jumat, ofisial dan pemain itu mengenakan kemeja batik lengan panjang.
Aturan ketat juga diberlakukan bagi pemain dan ofisial yang menonton di tribun. Meski mereka tidak sedang bertanding, tapi mereka kini dituntut mengikuti aturan
dresscode lebih ketat yaitu wajib mengenakan polo shirt, celana panjang, dan sepatu. Polo shirt pun harus dimasukkan rapi.
"Aturan tambahan ini diajukan oleh pelatih Satria Muda, Fictor Roring. Kemudian disambut positif oleh penyelenggara dan klub-klub lain," ungkap Azrul.
"Kalau memang ingin rapi, sebaiknya sekalian total rapi. Bukan hanya yang bertanding yang enak dilihat, yang berada di bench pun harus enak dilihat. Selain untuk kerapian, dari aturan berpakaian ini, semua bisa terlihat lebih profesional. Ini tentu akan baik untuk image klub dan liga," timpal Fictor.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-–Satria Muda (SM) Britama menargetkan gelar juara edisi perdana kompetisi basket National Basketball League (NBL) Indonesia. SM Britama adalah juara bertahan IBL sejak 2006 hingga 2009.
"Banyak tim berbenah. Pelita Jaya Esia menjadi calon penantang terkuat selain Garuda Flexi Bandung. Namun kami siap untuk kembali menjadi yang terbaik", ujar pelatih SM Britama, Fictor Gideon Roring. Ito, panggilan Fictor, menyebutkan timnya bukan tim super. Sebab mereka dua kali dikalahkan Pelita Jaya di Turnamen Bima Sakti di Malang, awal bulan ini. "Kekalahan kemarin membuat kami lebih waspada untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi baru ini," ujar Ito.
Logo NBL
Logo baru NBL Indonesia terdiri dari sebuah siluet bola basket berwarna merah dengan alur bola berwarna putih. Di samping bola tersebut, terdapat tulisan NBL Indonesia juga dengan warna putih. Hanya ada dua warna ini di logo tersebut.
''Liga ini dilahirkan untuk berusaha kembali ke masa emas basket Indonesia. Jadi harus merah putih. Slogan liga pun jelas: For Indonesia”, ujar Azrul Ananda, Direktur DBL Indonesia, tentang alasan penggunaan logo tersebut.
Azrul mengucapkan terima kasih kepada 10 klub peserta NBL Indonesia dan PB Perbasi, yang mendukung penuh perubahan identitas ini.
Semula, DBL mengaku tidak punya niatan untuk mengubah nama IBL. Namun, setelah bertemu dengan sejumlah calon sponsor, serta berdiskusi dengan banyak pihak, perubahan nama terpaksa dilakukan. Mengubah logo IBL dan program saja dinilai DBL belum cukup.
''Nama IBL sudah identik dengan kompetisi yang tidak heboh. Paling tidak, dengan nama baru, kami bisa mengulang dari nol,'' ucap Azrul.
Ketua Dewan Komisaris NBL Indonesia, Bella Erwin Harahap, mengaku senang DBL bersedia jadi pengelola. DBL, kata Bella, memenuhi lima poin yang diinginkan klub-klub peserta, yaitu infrastruktur, SDM, jaringan media, finansial, dan memiliki jaringan kuat di lingkungan basket.
Noviantika Nasution, Ketua Umum PB Perbasi, juga mengaku lega dengan hadirnya DBL Indonesia sebagai pengelola.
''Basket Indonesia membutuhkan orang-orang muda seperti di DBL Indonesia. Visioner, tapi mau memahami keadaan dan paham dalam menghadapi keadaan tersebut. Visi mereka sejalan dengan apa yang kami inginkan,'' ucapnya.
Tambah Jumlah Pertandingan
Perubahan penting lain adalah jadwal dan jumlah pertandingan. Kompetisi resmi preseason (pramusim) digelar bulan Juli 2010, sebelum Ramadhan. Musim reguler diselenggarakan pada Oktober 2010 hingga Februari 2011. Kompetisi ditutup dengan Championship Series pada Maret 2011.
Delapan klub terbaik akan berkumpul di satu tempat, lalu saling menggugurkan lewat sistem single game elimination. Tim yang bertahan sampai akhir dinobatkan sebagai juara NBL Indonesia 2010-2011.
“Format ini akan sangat mendebarkan. Setiap tim hanya punya satu kesempatan untuk menang dan lolos. Seperti NCAA di AS dan Liga Basket Eropa”, kata Azrul.
Meski babak Championship Series berlangsung singkat dan dengan pertandingan lebih sedikit, NBL Indonesia memberikan kompensasi dengan memperbanyak laga di musim reguler.
Jika sebelumnya setiap tim saling berhadapan dua kali, sekarang seluruh tim bertemu tiga kali. Akan ada 27 game reguler yang harus dijalani setiap tim sebelum masuk ke Championship Series. Secara keseluruhan, NBL Indonesia akan menyelenggarakan 166 pertandingan pada musim 2010-2011.
''Liga ini dilahirkan untuk berusaha kembali ke masa emas basket Indonesia. Jadi harus merah putih. Slogan liga pun jelas: For Indonesia”, ujar Azrul Ananda, Direktur DBL Indonesia, tentang alasan penggunaan logo tersebut.
Azrul mengucapkan terima kasih kepada 10 klub peserta NBL Indonesia dan PB Perbasi, yang mendukung penuh perubahan identitas ini.
Semula, DBL mengaku tidak punya niatan untuk mengubah nama IBL. Namun, setelah bertemu dengan sejumlah calon sponsor, serta berdiskusi dengan banyak pihak, perubahan nama terpaksa dilakukan. Mengubah logo IBL dan program saja dinilai DBL belum cukup.
''Nama IBL sudah identik dengan kompetisi yang tidak heboh. Paling tidak, dengan nama baru, kami bisa mengulang dari nol,'' ucap Azrul.
Ketua Dewan Komisaris NBL Indonesia, Bella Erwin Harahap, mengaku senang DBL bersedia jadi pengelola. DBL, kata Bella, memenuhi lima poin yang diinginkan klub-klub peserta, yaitu infrastruktur, SDM, jaringan media, finansial, dan memiliki jaringan kuat di lingkungan basket.
Noviantika Nasution, Ketua Umum PB Perbasi, juga mengaku lega dengan hadirnya DBL Indonesia sebagai pengelola.
''Basket Indonesia membutuhkan orang-orang muda seperti di DBL Indonesia. Visioner, tapi mau memahami keadaan dan paham dalam menghadapi keadaan tersebut. Visi mereka sejalan dengan apa yang kami inginkan,'' ucapnya.
Tambah Jumlah Pertandingan
Perubahan penting lain adalah jadwal dan jumlah pertandingan. Kompetisi resmi preseason (pramusim) digelar bulan Juli 2010, sebelum Ramadhan. Musim reguler diselenggarakan pada Oktober 2010 hingga Februari 2011. Kompetisi ditutup dengan Championship Series pada Maret 2011.
Delapan klub terbaik akan berkumpul di satu tempat, lalu saling menggugurkan lewat sistem single game elimination. Tim yang bertahan sampai akhir dinobatkan sebagai juara NBL Indonesia 2010-2011.
“Format ini akan sangat mendebarkan. Setiap tim hanya punya satu kesempatan untuk menang dan lolos. Seperti NCAA di AS dan Liga Basket Eropa”, kata Azrul.
Meski babak Championship Series berlangsung singkat dan dengan pertandingan lebih sedikit, NBL Indonesia memberikan kompensasi dengan memperbanyak laga di musim reguler.
Jika sebelumnya setiap tim saling berhadapan dua kali, sekarang seluruh tim bertemu tiga kali. Akan ada 27 game reguler yang harus dijalani setiap tim sebelum masuk ke Championship Series. Secara keseluruhan, NBL Indonesia akan menyelenggarakan 166 pertandingan pada musim 2010-2011.
sumber* : www.detiksport.com
www.republika.co.id
No comments:
Post a Comment